7 Karakteristik Asesmen Nasional, Sebuah Rekomendasi Reformasi Sistem Asesmen

Loading

2. Pengukuran Karakter Siswa

Karakteristik Asesmen Nasional Kedua, sistem yang diusulkan juga mengukur dimensi-dimensi sosial emosional mencirikan karakter siswa. Hal ini penting untuk menyampaikan pesan bahwa proses belajar-mengajar harus mengembangkan potensi siswa secara utuh. Karakteristik sosial-emosional apa saja yang perlu diukur memerlukan kajian akademik tersendiri.  

3. Survei Lingkungan Belajar

Karakteristik Asesmen Nasional Ketiga, sistem ini mencakup Survei Lingkungan Belajar untuk mendapatkan informasi tentang kualitas pengajaran dan iklim sekolah. Ini mencakup variabel-variabel seperti metode pengajaran yang biasa diterapkan guru, pemenuhan kebutuhan-kebutuhan psikologis dasar siswa dan guru, dan kualitas interaksi antarsiswa dan antara siswa dengan guru di sekolah (termasuk insiden bullying).

Informasi ini diperlukan untuk memberi petunjuk pedagogis yang relevan bagi perbaikan mutu belajar-mengajar di masing-masing sekolah.

4. Digunakan oleh Guru Secara mandiri

Karakteristik Asesmen Nasional Keempat, sistem ini mencakup AKM dalam versi yang dapat digunakan oleh guru secara mandiri. AKM Kelas ini khusus dirancang untuk digunakan guru dalam proses belajar mengajarnya secara mandiri.

AKM Kelas sebaiknya dibuat untuk semua jenjang kelas, mulai dari SD awal (setidaknya kelas 2) sampai akhir SMA.

Jika AKM nasional tidak melaporkan kemampuan individu siswa, maka AKM kelas merupakan alat diagnosa di level individu yang menjadi kewenangan guru.

  • Penggunaan AKM Kelas diharapkan menumbuhkan keyakinan diri pada guru untuk membantu siswanya menghadapi asesmen versi nasional.
  • AKM Kelas tersebut juga diharapkan menjadi inspirasi bagi guru-guru untuk mengembangkan penilaian formatif yang berkualitas secara mandiri sesuai dengan kebutuhan guru secara spesifik.

5. Model Learning Progression

Karakteristik Asesmen Nasional Kelima, instrumen-instrumen asesmen harus dilandasi oleh model learning progression yang menggambarkan tahap-tahap perubahan dari novice (pemula) menjadi expert (ahli) dalam area kompetensi yang relevan.

Dengan demikian, asesmen akan membantu siswa dan guru melihat posisinya dalam perjalanan belajar berjangka panjang, bukan untuk menghakimi keberhasilan atau kegagalan dalam menguasai penguasaan materi atau konten yang dianggap standar pada jenjang tertentu.

Hal ini penting karena setiap siswa, meski berada di kelas yang sama, memiliki titik start dan kecepatan belajar yang berbeda. Pemaknaan hasil asesmen sebagai keberhasilan/ kegagalan mencapai standar yang sama bagi tiap siswa mengabaikan fakta ini.

6. Peserta AN adalah Kelas 4/5, 8 dan 11

Karakteristik Asesmen Nasional Keenam, peserta asesmen ialah siswa kelas 4/5, 8, dan 11.

Hasil asesmen diharapkan bisa diberikan kepada guru/sekolah ketika peserta asesmen masih menjadi siswa di sekolah tersebut.

Dengan demikian, hasil asesmen dapat dimanfaatkan guru untuk mengembangkan pengajaran sesuai kebutuhan belajar siswa di kelasnya.

Untuk SMP dan SMA, rekomendasi pemilihan kelas 8 dan 11 dilandasi pemikiran bahwa salah satu tujuan asesmen yaitu untuk mengukur efektivitas proses belajar-mengajar di tiap sekolah.

Hal ini tidak bisa dicapai jika asesmen dilakukan pada siswa kelas 7 dan 10 yang baru saja mengikuti pembelajaran di SMP dan SMA.

7. Laporan ke Sekolah dan Dinas

Karakteristik Asesmen Nasional Ketujuh, pelaporan hasil AKM (versi nasional), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar disampaikan kepada masing-masing sekolah dan dinas pendidikan.

Hasil asesmen dilaporkan pada level agregat (sekolah dan dinas), bukan skor untuk masing-masing siswa. Laporan asesmen juga sebaiknya menekankan pada progress atau perubahan kinerja sekolah, bukan perbandingan dan persaingan antarsekolah/dinas.

Karena itu hasil asesmen ini tidak perlu dipublikasikan secara terbuka untuk menghindari potensi penggunaan yang kontra-produktif seperti perangkingan sekolah dan dinas oleh media atau pihak lain.

Hasil tahun pertama dimaknai semata-mata sebagai baseline, bukan pencapaian atau prestasi.


    Lainnya