Metode Pendampingan dan Pengembangan Profesional di Satuan Pendidikan

Loading

Kurikulum Merdeka mengajurkan adanya pendampingan dan pengembangan profesional di satuan pendidikan dalam rangka menyusun kurikulum operasional satuan pendidikan (KOSP. Panduan Pengembangan KOSP menjelaskan dan memberikan contoh metode pendampingan dan

Contoh pertanyaan yang dapat dipakai oleh kepala satuan pendidikan dan pengawas dalam mendorong proses pendampingan dan pengembangan Profesional Development pendidik:

  • Bagaimana kepala satuan pendidikan dapat mendukung pengembangan profesional pendidik?
  • Siapa saja pihak dari dalam satuan pendidikan yang dapat dilibatkan untuk membantu proses pendampingan dan profesional development?
  • Siapa saja pihak dari luar satuan pendidikan yang dapat dilibatkan untuk membantu proses pendampingan dan profesional development?
  • Apakah metode pendampingan dan pengembangan profesi yang sesuai dengan kebutuhan pendidik dan karakteristik satuan pendidikan?
  • Apa saja hal-hal yang dibutuhkan untuk mengembangkan kualitas pengajaran?

2. Strategi Pendampingan dan Pengembangan Profesional Satuan Pendidikan

Pendampingan dan pengembangan profesional ditekankan pada prinsip reflektif dan pengembangan diri bagi pendidik, serta menggunakan alat penilaian yang jelas dan terukur.

Kepala satuan pendidikan merancang dan melakukan proses pendampingan dan pengembangan profesi sesuai kebutuhan sebagai tindak lanjut dari hasil pengamatan dan evaluasi dengan melibatkan pengawas.

Kepala satuan pendidikan dan pengawas dapat memainkan peran dalam berbagai contoh yang bisa dilakukan di satuan pendidikan, seperti:

  • Coaching: proses pendampingan untuk mencapai tujuan dengan menggali pemikiran-pemikiran seseorang terhadap suatu masalah.
  • Mentoring: proses pendampingan dengan berbagi pengalaman/pengetahuan untuk mengatasi suatu kendala
  • Pelatihan: proses pendampingan dengan menguatkan pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan kinerja, dengan narasumber internal atau eksternal (menyesuaikan dengan kemampuan satuan pendidikan).

3. Prinsip Pendampingan dan Pengembangan Profesional

Prinsip-prinsip pendampingan dan pengembangan profesional

  1. Pendampingan dan pengembangan profesional sebagai aktivitas yang dilakukan berdasarkan hasil kegiatan evaluasi.
  2. Menetapkan ruang lingkup pendampingan dan pengembangan profesional. Menentukan area yang perlu diperbaiki apakah dari perencanaan program atau pelaksana program.
  3. Pendampingan dan pengembangan profesional dilakukan secara terencana dan strategis untuk mencapai suatu tujuan dalam jangka waktu tertentu, dan orang yang tepat untuk melakukan aktivitas pembinaan tersebut.
  4. Pendampingan dan pengembangan profesional dilakukan secara bertahap dan mandiri agar terjadi peningkatan kualitas secara berkelanjutan di satuan pendidikan, sesuai dengan kemampuan satuan pendidikan.
  5. Pendampingan dan pengembangan profesional adalah sebuah proses kolaboratif dalam satuan pendidikan antara pendamping dan pendidik, demi tercapainya tujuan bersama.

4. Contoh Pendampingan, Evaluasi, Pengembangan Profesional di SMK

Berikut contoh pelaksanaannya untuk SMK

a. Pendampingan dan Pengembangan Pendidik

Dalam memfasilitasi pembelajaran peserta didik, pendidik di SMK diharapkan dapat menguasai setidaknya dua aspek, yaitu: pedagogis dan vokasional.

Pengembangan pedagogis pada pendidik dapat didampingi oleh kepala satuan pendidikan melalui kegiatan supervisi akademis dan supervisi klinis.

Dalam aspek vokasional, satuan pendidikan dan dunia kerja dapat berbagi peran dalam pendampingan dan pengembangan pendidik sehingga pendidik mendapatkan dukungan optimal dalam memfasilitasi pembelajaran.

Dunia kerja diharapkan dapat mendukung satuan pendidikan dan pendidik dalam hal pemahaman akan dinamika kebutuhan dunia kerja, standar- standar yang berlaku pada dunia kerja, dan bagaimana menurunkan pemahaman tersebut dalam kegiatan-kegiatan di dalam kelas.

Program peningkatan profesional pendidik direncanakan oleh kepala satuan pendidikan berdasarkan Rencana Pengembangan Sekolah dan masukan dunia kerja.

Program-program yang dapat disertakan dalam rencana ini, antara lain:

  • sertifikasi pendidik;
  • sertifikasi kompetensi;
  • magang untuk pendidik dan tenaga kependidikan di dunia kerja;
  • pelatihan kompetensi pedagogis, dan profesional;
  • pelatihan upskilling dan reskilling;
  • studi banding;
  • inovasi karya seni dan pameran;
  • kewirausahaan;
  • seminar;
  • lokakarya; dan
  • keterlibatan dalam MGMP dan Studi lanjut, dst.

b. Evaluasi Pembelajaran dan Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan

Evaluasi pembelajaran secara menyeluruh bertujuan untuk mengukur keberhasilan pendidik dalam memfasilitasi pembelajaran.

Pembelajaran di SMK berorientasi pada kebutuhan dunia kerja.

Oleh karena itu, evaluasi ini dilakukan terhadap program pembelajaran di satuan pendidikan maupun pembelajaran yang berlangsung di mitra dunia kerja. Pelibatan dunia kerja menjadi penting dalam perencanaan dan pelaksanaan evaluasi.

Dalam melaksanakan evaluasi, SMK bisa mengumpulkan data internal yang berupa catatan keberhasilan implementasi pembelajaran, refleksi secara individual, juga seluruh warga satuan pendidikan.

Bahan pembelajaran evaluasi pembelajaran ini dapat dilengkapi dengan data eksternal (seperti umpan balik dari dunia kerja serta hasil kompetensi dan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dari Rapor Pendidikan) untuk melakukan evaluasi kurikulum operasional di satuan pendidikan.


Sumber: Panduan Pengembangan KOSP Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan pada Kurikulum Merdeka, 2022


Kurikulum Operasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *