Profil Pelajar Fase A dan Capaian Perkembangan per Dimensi Profil Pelajar Pancasila

Profil Pelajar Fase A pada Projek Profil Pelajar Pancasila Kurikulum Merdeka

Loading

KurikulumMerdeka.com. Profil Pelajar Fase A dan Capaian Perkembangan per Dimensi Profil Pelajar Pancasila ditetapkan berdasarkan SK Kepala BSKAP No. 09 Tahun 2022.

Profil pelajar Pancasila merupakan bentuk penerjemahan tujuan pendidikan nasional. Juga berperan sebagai referensi utama yang mengarahkan kebijakan-kebijakan pendidikan termasuk menjadi acuan untuk para pendidik dalam membangun karakter serta kompetensi peserta didik.

Profil pelajar Pancasila harus dapat dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan karena perannya yang penting.

Profil ini perlu sederhana dan mudah diingat dan dijalankan baik oleh pendidik maupun oleh pelajar agar dapat dihidupkan dalam kegiatan sehari-hari. Berdasarkan pertimbangan tersebut, profil pelajar Pancasila terdiri dari enam dimensi, yaitu:

  1. beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia,
  2. mandiri,
  3. bergotong-royong,
  4. berkebinekaan global,
  5. bernalar kritis, dan
  6. kreatif.

Keenam dimensi profil pelajar Pancasila perlu dilihat secara utuh sebagai satu kesatuan agar setiap individu dapat menjadi pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.

Pendidik perlu mengembangkan keenam dimensi tersebut secara menyeluruh sejak pendidikan anak usia dini.

Selain itu, untuk membantu pemahaman yang lebih menyeluruh tentang dimensi-dimensi profil pelajar Pancasila, maka setiap dimensi dijelaskan maknanya dan diurutkan perkembangannya sesuai dengan tahap perkembangan psikologis dan kognitif anak dan remaja usia sekolah. Selanjutnya,

setiap dimensi profil pelajar Pancasila terdiri dari beberapa elemen dan sebagian elemen dijelaskan lebih konkrit menjadi subelemen. Berikut uraian terkait profil pelajar Pancasila.

A. Dimensi Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia

Pelajar Indonesia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia adalah pelajar yang berakhlak dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. Ia memahami ajaran agama dan kepercayaannya serta menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupannya sehari-hari.

Ada lima elemen kunci beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia:

  • akhlak beragama;
  • akhlak pribadi;
  • akhlak kepada manusia;
  • akhlak kepada alam; dan
  • akhlak bernegara.

1. Akhlak beragama

Pelajar Pancasila mengenal sifat-sifat Tuhan dan menghayati bahwa inti dari sifat-sifat-Nya adalah kasih dan sayang. Ia juga sadar bahwa dirinya adalah makhluk yang mendapatkan amanah dari Tuhan sebagai pemimpin di muka bumi yang mempunyai tanggung jawab untuk mengasihi dan menyayangi dirinya, sesama manusia dan alam, serta menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Pelajar Pancasila senantiasa menghayati dan mencerminkan sifat-sifat Ilahi tersebut dalam perilakunya di kehidupan sehari-hari. Penghayatan atas sifat-sifat Tuhan ini juga menjadi landasan dalam pelaksanaan ritual ibadah atau sembahyang sepanjang hayat.

Pelajar Pancasila juga aktif mengikuti acara-acara keagamaan dan ia terus mengeksplorasi guna memahami secara mendalam ajaran, simbol, kesakralan, struktur keagamaan, sejarah, tokoh penting dalam agama dan kepercayaannya serta kontribusi hal-hal tersebut bagi peradaban dunia.

Ada 3 Sub elemen yaitu

  1. Mengenal dan Mencintai Tuhan Yang Maha Esa
  2. Pemahaman Agama/ Kepercayaan
  3. Pelaksanaan Ritual Ibadah
No.Sub elemenDi Akhir Fase A (Kelas 1-II, usia 6-8 tahun)
1Mengenal dan Mencintai Tuhan Yang Maha EsaMengenal sifat-sifat utama Tuhan Yang Maha Esa bahwa Dia adalah Sang Pencipta yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang dan mengenali kebaikan dirinya sebagai cerminan sifat Tuhan
2Pemahaman Agama/ KepercayaanMengenal unsur- unsur utama agama/kepercayaan (ajaran, ritual keagamaan, kitab suci, dan orang suci/ utusan Tuhan YME).
3Pelaksanaan Ritual IbadahTerbiasa melaksanakan ibadah sesuai ajaran agama/ kepercayaannya

2. Akhlak pribadi

Akhlak yang mulia diwujudkan dalam rasa sayang dan perhatian pelajar kepada dirinya sendiri. Ia menyadari bahwa menjaga kesejahteraan dirinya penting dilakukan bersamaan dengan menjaga orang lain dan merawat lingkungan sekitarnya.

Rasa sayang, peduli, hormat, dan menghargai diri sendiri terwujud dalam sikap integritas, yakni menampilkan tindakan yang konsisten dengan apa yang dikatakan dan dipikirkan. Karena menjaga kehormatan dirinya, Pelajar Pancasila bersikap jujur, adil, rendah hati, bersikap serta berperilaku dengan penuh hormat.

Ia selalu berupaya mengembangkan dan mengintrospeksi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya. Sebagai wujud merawat dirinya, Pelajar Pancasila juga senantiasa menjaga kesehatan fisik, mental, dan spiritualnya dengan aktivitas olahraga, aktivitas sosial, dan aktivitas ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing- masing. Karena karakternya ini, ia menjadi orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan, serta berkomitmen untuk setia pada ajaran agama dan kepercayaannya serta nilai-nilai kemanusiaan.

Dimensi pribadi terdiri dari 2 sub elemen, yaitu

  1. Integritas
  2. Merawat Diri secara Fisik, Mental, dan Spiritual
No.Sub elemenDi Akhir Fase A (Kelas 1-II, usia 6-8 tahun)
1IntegritasMembiasakan bersikap jujur terhadap diri sendiri dan orang lain dan berani menyampaikan kebenaran atau fakta
2Merawat Diri secara Fisik, Mental, dan SpiritualMemiliki rutinitas sederhana yang diatur secara mandiri dan dijalankan sehari-hari serta menjaga kesehatan dan keselamatan/keaman an diri dalam semua aktivitas kesehariannya.

3. Akhlak kepada manusia

Sebagai anggota masyarakat, Pelajar Pancasila menyadari bahwa semua manusia setara di hadapan Tuhan. Akhlak mulianya bukan hanya tercermin dalam rasa sayangnya pada diri sendiri tetapi juga dalam budi luhurnya pada sesama manusia.

Dengan demikian ia mengutamakan persamaan dan kemanusiaan di atas perbedaan serta menghargai perbedaan yang ada dengan orang lain.

Pelajar Pancasila mengidentifikasi persamaan dan menjadikannya sebagai pemersatu ketika ada perdebatan atau konflik. Ia juga mendengarkan dengan baik pendapat yang berbeda dari pendapatnya, menghargainya, dan menganalisisnya secara kritis tanpa memaksakan pendapatnya sendiri.

Pelajar Pancasila adalah pelajar yang moderat dalam beragama, bersusila, bertoleransi dan menghormati penganut agama dan kepercayaan lain. Ia menjaga kerukunan hidup sesama umat beragama, menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing, tidak memberikan label negatif pada penganut agama dan kepercayaan lain dalam bentuk apapun, serta tidak memaksakan agama dan kepercayaannya kepada orang lain.

Pelajar Pancasila juga senantiasa berempati, peduli, murah hati dan welas asih kepada orang lain, terutama mereka yang lemah atau tertindas. Dengan demikian, ia selalu berupaya aktif menolong orang-orang yang membutuhkan dan mencarikan solusi terbaik untuk mendukung keberlangsungan kehidupan mereka.

Pelajar Pancasila juga senantiasa mengapresiasi kelebihan orang lain dan mendukung mereka dalam mengembangkan kelebihan itu.

Elemen Akhlak kepada manusia terdiri atas 2 sub elemen, yaitu:

  1. Mengutamakan persamaan dengan orang lain dan menghargai perbedaan
  2. Berempati kepada orang lain
NoSubelemenDi Akhir Fase A (Kelas 1-II, usia 6-8 tahun)
1Mengutamakan persamaan dengan orang lain dan menghargai perbedaanMengenali hal-hal yang sama dan berbeda yang dimiliki diri dan temannya dalam berbagai hal, serta memberikan respons secara positif.
2Berempati kepada orang lainMengidentifikasi emosi, minat, dan kebutuhan orang- orang terdekat dan meresponsnya secara positif.

4. Akhlak kepada alam

Sebagai bagian dari lingkungan, Pelajar Pancasila mengejawantahkan akhlak mulianya dalam tanggung jawab, rasa sayang, dan peduli terhadap lingkungan alam sekitar.

Pelajar Pancasila menyadari bahwa dirinya adalah salah satu di antara bagian-bagian dari ekosistem bumi yang saling mempengaruhi. Ia juga menyadari bahwa sebagai manusia, ia mengemban tugas dalam menjaga dan melestarikan alam sebagai ciptaan Tuhan.

Hal tersebut membuatnya menyadari pentingnya merawat lingkungan sekitar sehingga ia menjaga agar alam tetap layak dihuni oleh seluruh makhluk hidup saat ini maupun generasi mendatang. Ia tidak merusak atau menyalahgunakan lingkungan alam, serta mengambil peran untuk menghentikan perilaku yang merusak dan menyalahgunakan lingkungan alam.

Pelajar Pancasila juga senantiasa reflektif, memikirkan, dan membangun kesadaran tentang konsekuensi atau dampak dari perilakunya terhadap lingkungan alam. Kesadarannya ini menjadi dasar untuk membiasakan diri menerapkan gaya hidup peduli lingkungan, sehingga ia secara aktif berkontribusi untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Elemen akhlak kepada alam terdiri atas 2 sub elemen, yaitu

  1. Memahami Keterhubungan Ekosistem Bumi
  2. Menjaga Lingkungan Alam Sekitar
NoSub elemenDi Akhir Fase A (Kelas 1-II, usia 6-8 tahun)
1Memahami Keterhubungan Ekosistem BumiMengidentifikasi berbagai ciptaan Tuhan
2Menjaga Lingkungan Alam SekitarMembiasakan bersyukur atas lingkungan alam sekitar dan berlatih untuk menjaganya

5. Akhlak bernegara

Pelajar Pancasila memahami serta menunaikan hak dan kewajibannya sebagai warga negara yang baik serta menyadari perannya sebagai warga negara. Ia menempatkan kemanusiaan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.

Akhlak pribadinya mendorong Pelajar Pancasila untuk peduli dan membantu sesama, untuk bergotong-royong. Ia juga mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama, sebagai dampak dari akhlak pribadinya dan juga akhlaknya terhadap sesama.

Keimanan dan ketakwaannya juga mendorongnya untuk aktif menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagai wujud cinta yang dimilikinya untuk negara.

Elemen akhlah bernegara memiliki 1 sub elemen yaitu Melaksanakan Hak dan Kewajiban sebagai Warga Negara Indonesia

NoSub elemenDi Akhir Fase A (Kelas 1-II, usia 6-8 tahun)
1Melaksanakan Hak dan Kewajiban sebagai Warga Negara IndonesiaMengidentifikasi hak dan tanggung jawabnya di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar serta kaitannya dengan keimanan kepada Tuhan YME.

B. Dimensi Berkebhinekaan Global

Pelajar Indonesia mempertahankan budaya luhur, lokalitas dan identitasnya, dan tetap berpikiran terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain, sehingga menumbuhkan rasa saling menghargai dan kemungkinan terbentuknya budaya baru yang positif dan tidak bertentangan dengan budaya luhur bangsa.

Elemen kunci dari Berkebhinekaan global meliputi mengenal dan menghargai budaya, kemampuan komunikasi interkultural dalam berinteraksi dengan sesama, dan refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebhinnekaan.

Secara rinci, Dimensi Berkebhinekaan global terdiri dari 4 elemen, yaitu

  1. Mengenal dan menghargai budaya
  2. Komunikasi dan interaksi antar budaya
  3. Refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebhinnekaan
  4. Berkeadilan Sosial

1. Mengenal dan menghargai budaya

Pelajar Pancasila mengenali, mengidentifikasi, dan mendeskripsikan berbagai macam kelompok berdasarkan perilaku, jenis kelamin, cara komunikasi, dan budayanya, serta mendeskripsikan pembentukan identitas dirinya dan kelompok, juga menganalisis bagaimana menjadi anggota kelompok sosial di tingkat lokal, regional, nasional, dan global.

Elemen mengenal dan menghargai budaya terdiri dari 3 sub elemen yaitu

  1. Mendalami budaya dan identitas budaya
  2. mengeksplorasi dan membandingkan pengetahuan budaya, kepercayaan, serta praktiknya
  3. Menumbuhkan rasa menghormati terhadap keanekaragaman budaya
NoSubelemenDi Akhir Fase A (Kelas 1-II, usia 6-8 tahun)
1Mendalami budaya dan identitas budayaMengidentifikasi dan mendeskripsikan ide-ide tentang dirinya dan beberapa kelompok di lingkungan sekitarnya
2mengeksplorasi dan membandingkan pengetahuan budaya, kepercayaan, serta praktiknyaMengidentifikasi dan mendeskripsikan praktik keseharian diri dan budayanya
3Menumbuhkan rasa menghormati terhadap keanekaragaman budayaMendeskripsikan pengalaman dan pemahaman hidup bersama-sama dalam kemajemukan.

2. Komunikasi dan interaksi antar budaya

Pelajar Pancasila berkomunikasi dengan budaya yang berbeda dari dirinya secara setara dengan memperhatikan, memahami, menerima keberadaan, dan menghargai keunikan setiap budaya sebagai sebuah kekayaan perspektif sehingga terbangun kesalingpahaman dan empati terhadap sesama.

Elemen komunikasi dan interaksi antar budaya terdiri dari 2 sub elemen yaitu

  1. Berkomunikasi antar budaya
  2. Mempertimbangkan dan menumbuhkan berbagai perspektif
NoSubelemenDi Akhir Fase A (Kelas 1-II, usia 6-8 tahun)
1Berkomunikasi antar budayaMengenali bahwa diri dan orang lain menggunakan kata, gambar, dan bahasa tubuh yang dapat memiliki makna yang berbeda di lingkungan sekitarnya
2Mempertimbangkan dan menumbuhkan berbagai perspektifMengekspresikan pandangannya terhadap topik yang umum dan mendengarkan sudut pandang orang lain yang berbeda dari dirinya dalam lingkungan keluarga dan sekolah

3. Refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan

Pelajar Pancasila secara reflektif memanfaatkan kesadaran dan pengalaman kebinekaannya agar terhindar dari prasangka dan stereotip terhadap budaya yang berbeda, termasuk perundungan, intoleransi dan kekerasan, dengan mempelajari keragaman budaya dan mendapatkan pengalaman dalam kebinekaan. Hal ini membuatnya menyelaraskan perbedaan budaya agar tercipta kehidupan yang setara dan harmonis antarsesama.

Elemen refleksi dan bertanggung jawab terhadap pengalaman kebhinnekaan terdiri dari 3 sub elemen yaitu

  1. Refleksi terhadap pengalaman kebinekaan.
  2. Menghilangkan stereotip dan prasangka
  3. Menyelaraskan perbedaan budaya
NoSubelemenDi Akhir Fase A (Kelas 1-II, usia 6-8 tahun)
1Refleksi terhadap pengalaman kebinekaan.Menyebutkan apa yang telah dipelajari tentang orang lain dari interaksinya dengan kemajemukan budaya di lingkungan sekolah dan rumah
2Menghilangkan stereotip dan prasangkamengenali perbedaan tiap orang atau kelompok dan menyikapinya sebagai kewajaran
3Menyelaraskan perbedaan budayaMengidentifikasi perbedaan budaya yang konkret di lingkungan sekitar

4. Berkeadilan Sosial

Pelajar Pancasila peduli dan aktif berpartisipasi dalam mewujudkan keadilan sosial di tingkat lokal, regional, nasional, danglobal. Ia percaya akan kekuatan dan potensi dirinya sebagai modal untuk menguatkan demokrasi, untuk secara aktif-partisipatif membangun masyarakat yang damai dan inklusif, berkeadilan sosial, serta berorientasi pada pembangunan yang berkelanjutan.

Elemen Berkeadilan Sosial terdiri dari 3 sub elemen, yaitu:

  1. Aktif membangun masyarakat yang inklusif, adil, dan berkelanjutan
  2. Berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan bersama
  3. Memahami peran individu dalam demokrasi
NoSubelemenDi Akhir Fase A (Kelas 1-II, usia 6-8 tahun)
1Aktif membangun masyarakat yang inklusif, adil, dan berkelanjutanMenjalin pertemanan tanpa memandang perbedaan agama, suku, ras, jenis kelamin, dan perbedaan lainnya, dan mengenal masalah-masalah sosial, ekonomi, dan lingkungan di lingkungan sekitarnya
2Berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan bersamaMengidentifikasi pilihan-pilihan berdasarkan kebutuhan dirinya dan orang lain ketika membuat keputusan
3Memahami peran individu dalam demokrasiMengidentifikasi peran, hak dan kewajiban warga dalam masyarakat demokratis

C. Dimensi Bergotong Royong

Pelajar Indonesia memiliki kemampuan bergotong-royong, yaitu kemampuan untuk melakukan kegiatan secara bersama-sama dengan suka rela agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan lancar, mudah dan ringan.

Elemen-elemen dari bergotong royong adalah

  1. kolaborasi,
    1. kepedulian, dan
      1. berbagi

1. Kolaborasi

Pelajar Pancasila memiliki kemampuan kolaborasi, yaitu kemampuan untuk bekerja bersama dengan orang lain disertai perasaan senang ketika berada bersama dengan orang lain dan menunjukkan sikap positif terhadap orang lain.

Ia terampil untuk bekerja sama dan melakukan koordinasi demi mencapai tujuan bersama dengan mempertimbangkan keragaman latar belakang setiap anggota kelompok. Ia mampu merumuskan tujuan bersama, menelaah kembali tujuan yang telah dirumuskan, dan mengevaluasi tujuan selama proses bekerja sama.

Ia juga memiliki kemampuan komunikasi, yaitu kemampuan mendengar dan menyimak pesan dan gagasan orang lain, menyampaikan pesan dan gagasan secara efektif, mengajukan pertanyaan untuk mengklarifikasi, dan memberikan umpan-balik secara kritis dan positif.

Pelajar Pancasila juga menyadari bahwa ada saling-ketergantungan yang positif antar- orang. Melalui kesadaran ini, ia memberikan kontribusi optimal untuk meraih tujuan bersama. Ia menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya semaksimal mungkin dan mengapresiasi upaya yang telah dilakukan anggota lain dalam kelompoknya.

Elemen kolaborasi terdiri dari 4 sub elemen yaitu

  1. Kerja sama
  2. Komunikasi untuk mencapai tujuan bersama
  3. Saling- ketergantung an positif
  4. Koordinasi Sosial
NoSubelemenDi Akhir Fase A (Kelas 1-II, usia 6-8 tahun)
1Kerja samaMenerima dan melaksanakan tugas serta peran yang diberikan kelompok dalam sebuah kegiatan bersama.
2Komunikasi untuk mencapai tujuan bersamaMemahami informasi sederhana dari orang lain dan menyampaikan informasi sederhana kepada orang lain menggunakan kata- katanya sendiri.
3Saling- ketergantung an positifMengenali kebutuhan-kebutuhan diri sendiri yang memerlukan orang lain dalam pemenuhannya.
4Koordinasi SosialMelaksanakan aktivitas kelompok sesuai dengan kesepakatan bersama dengan bimbingan, dan saling mengingatkan adanya kesepakatan tersebut.

2. Kepedulian

Pelajar Pancasila memperhatikan dan bertindak proaktif terhadap kondisi di lingkungan fisik dan sosial. Ia tanggap terhadap kondisi yang ada di lingkungan dan masyarakat untuk menghasilkan kondisi yang lebih baik. Ia merasakan dan memahami apa yang dirasakan orang lain, memahami perspektif mereka, dan menumbuhkan hubungan dengan orang dari beragam budaya yang menjadi bagian penting dari kebinekaan global.

Ia memiliki persepsi sosial yang baik sehingga ia memahami mengapa orang lain bereaksi tertentu dan melakukan tindakan tertentu. Ia memahami dan menghargai lingkungan sosialnya, serta menghasilkan situasi sosial yang sejalan dengan pemenuhan kebutuhan berbagai pihak dan pencapaian tujuan.

Elemen kepedulian terdiri dari 2 sub elemen, yaitu:

  1. Tanggap terhadap lingkungan Sosial
  2. Persepsi sosial
NoSubelemenDi Akhir Fase A (Kelas 1-II, usia 6-8 tahun)
1Tanggap terhadap lingkungan SosialPeka dan mengapresiasi orang- orang di lingkungan sekitar, kemudian melakukan tindakan sederhana untuk mengungkapkannya.
2Persepsi sosialMengenali berbagai reaksi orang lain di lingkungan sekitar dan penyebabnya.

3. Berbagi

Pelajar Pancasila memiliki kemampuan berbagi, yaitu memberi dan menerima segala hal yang penting bagi kehidupan pribadi dan bersama, serta mau dan mampu menjalani kehidupan bersama yang mengedepankan penggunaan bersama sumber daya dan ruang yang ada di masyarakat secara sehat. Melalui kemampuan berbagi, ia mampu dan mau memberi serta menerima hal yang dianggap berharga kepada/dari teman sebaya, orang-orang di lingkungan sekitarnya, dan lingkungan yang lebih luas. Ia mengupayakan diri dan kelompoknya untuk memberi hal yang dianggap penting dan berharga kepada orang-orang yang membutuhkan baik di lingkungannya maupun di masyarakat yang lebih luas (negara dan dunia).

Elemen Berbagi tidak memiliki sub elemen. Maka langsung capaian perkembangannya.

NoSub elemenDi Akhir Fase A (Kelas 1-II, usia 6-8 tahun)
1 Memberi dan menerima hal yang dianggap berharga dan penting kepada/dari orang- orang di lingkungan sekitar.

D. Dimensi Mandiri

Pelajar Indonesia merupakan pelajar mandiri, yaitu pelajar yang bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya. Elemen kunci dari mandiri terdiri dari kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi serta regulasi diri.

1. Pemahaman diri dan situasi yang dihadapi

Pelajar Pancasila yang mandiri senantiasa melakukan refleksi terhadap kondisi dirinya dan situasi yang dihadapi mencakup refleksi terhadap kondisi diri, baik kelebihan maupun keterbatasan dirinya, serta situasi dan tuntutan perkembangan yang dihadapi.

Hal ini akan membuat ia mengenali dan menyadari kebutuhan pengembangan dirinya yang sesuai dengan perubahan dan perkembangan yang terjadi. Kesadaran tersebut akan membantunya untuk dapat menetapkan tujuan pengembangan diri yang sesuai dengan kondisi diri dan situasi yang dihadapi, memilih strategi yang sesuai, serta mengantisipasi tantangan dan hambatan yang mungkin terjadi.

Elemen Pemahaman diri dan situasi yang dihadapi terdiri dari 2 sub elemen, yaitu

  1. Mengenali kualitas dan minat diri serta tantangan yang dihadapi
  2. Mengembangkan refleksi diri
NoSub elemenDi Akhir Fase A (Kelas 1-II, usia 6-8 tahun)
1Mengenali kualitas dan minat diri serta tantangan yang dihadapiMengidentifikasi dan menggambarkan kemampuan, prestasi, dan ketertarikannya secara subjektif
2Mengembang kan refleksi diriMelakukan refleksi untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, serta prestasi dirinya.

2. Regulasi diri

Pelajar Pancasila yang mandiri mampu mengatur pikiran, perasaan, dan perilaku dirinya untuk mencapai tujuan belajar dan pengembangan dirinya baik di bidang akademik maupun non akademik. Ia mampu menetapkan tujuan pengembangan dirinya serta merencanakan strategi untuk mencapainya dengan didasari penilaian atas kemampuan dirinya dan tuntutan situasi yang dihadapinya.

Pelaksanaan aktivitas pengembangan diri dapat dikendalikan olehnya sekaligus menjaga perilaku dan semangat agar tetap optimal untuk mencapai tujuan pembelajarannya. Ia senantiasa memantau dan mengevaluasi upaya yang dilakukan dan hasil yang dicapainya. Ketika menemui permasalahan dalam belajar, ia tidak mudah menyerah dan akan berusaha mencari strategi atau metode yang lebih sesuai untuk menunjang keberhasilan pencapaian tujuannya.

Elemen Regulasi Diri terdiri dari 5 sub elemen, yaitu:

  1. Regulasi emosi
  2. Penetapan tujuan belajar, prestasi, dan pengembangan diri serta rencana strategis untuk mencapaianya
  3. Menunjukkan inisiatif dan bekerja secara mandiri
  4. Mengembangkan pengendalian dan disiplin diri
  5. Percaya diri, tangguh (resilient), dan adaptif
NoSub elemenDi Akhir Fase A (Kelas 1-II, usia 6-8 tahun)
1Regulasi emosiMengidentifikasi perbedaan emosi yang dirasakannya dan situasi-situasi yang menyebabkan-nya; serta mengekspresi- kan secara wajar
2Penetapan tujuan belajar, prestasi, dan pengembangan diri serta rencana strategis untuk mencapainyaMenetapkan target belajar dan merencanakan waktu dan tindakan belajar yang akan dilakukannya.
3Menunjukkan inisiatif dan bekerja secara mandiriBerinisiatif untuk mengerjakan tugas- tugas rutin secara mandiri dibawah pengawasan dan dukungan orang dewasa
4Mengembangkan pengendalian dan disiplin diriMelaksanakan kegiatan belajar di kelas dan menyelesaikan tugas- tugas dalam waktu yang telah disepakati.
5Percaya diri, tangguh (resilient), dan adaptifBerani mencoba dan adaptif menghadapi situasi baru serta bertahan mengerjakan tugas- tugas yang disepakati hingga tuntas

E. Dimensi Bernalar Kritis

Pelajar yang bernalar kritis mampu secara objektif memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi dan menyimpulkannya. Elemen-elemen dari bernalar kritis adalah memperoleh dan memproses informasi dan gagasan, menganalisis dan mengevaluasi penalaran, merefleksi pemikiran dan proses berpikir dalam mengambilan keputusan.

Dimensi Bernalar Kritis terdiri dari 3 elemen, yaitu

  • Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
    • Menganalisis dan mengevaluasi penalaran.
      • Merefleksi dan mengevaluasi pemikirannya sendiri.

1. Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan

Pelajar Pancasila memproses gagasan dan informasi, baik dengan data kualitatif maupun kuantitatif. Ia memiliki rasa keingintahuan yang besar, mengajukan pertanyaan yang relevan, mengidentifikasi dan mengklarifikasi gagasan dan informasi yang diperoleh, serta mengolah informasi tersebut. Ia juga mampu membedakan antara isi informasi atau gagasan dari penyampainya.

Selain itu, ia memiliki kemauan untuk mengumpulkan data atau fakta yang berpotensi menggugurkan opini atau keyakinan pribadi. Berbekal kemampuan tersebut, Pelajar Pancasila dapat mengambil keputusan dengan tepat berdasarkan informasi dari berbagai sumber yang relevan dan akurat.

Elemen memperoleh dan memproses informasi dan gagasan terdiri dari 2 sub elemen, yaitu

  1. Mengajukan pertanyaan
  2. Mengidentifika, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan
NoSub elemenDi Akhir Fase A (Kelas 1-II, usia 6-8 tahun
1Mengajukan pertanyaanMengajukan pertanyaan untuk menjawab keingintahuannya dan untuk mengidentifikasi suatu permasalahan mengenai dirinya dan lingkungan sekitarnya
2Mengidentifika, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasanMengidentifikasi dan mengolah informasi dan gagasan

2. Menganalisis dan mengevaluasi penalaran.

Pelajar Pancasila menggunakan nalarnya sesuai dengan kaidah sains dan logika dalam pengambilan keputusan dan tindakan dengan melakukan analisis serta evaluasi dari gagasan dan informasi yang ia dapatkan. Ia mampu menjelaskan alasan yang relevan dan akurat dalam penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan. Akhirnya, ia dapat membuktikan penalarannya dengan berbagai argumen dalam mengambil suatu simpulan atau keputusan.

Elemen menganalisis dan mengevaluasi penalaran dan prosedurnya hanya 1 sub elemen.

NoSubelemenDi Akhir Fase A (Kelas 1-II, usia 6-8 tahun
1Elemen menganalisis dan mengevaluasi penalaran dan prosedurnyaMelakukan penalaran konkret dan memberikan alasan dalam menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan

3. Merefleksi dan mengevaluasi pemikirannya sendiri.

Pelajar Pancasila melakukan refleksi dan evaluasi terhadap pemikirannya sendiri (metakognisi) dan berpikir mengenai bagaimana jalannya proses berpikir tersebut sehingga ia sampai pada suatu simpulan. Ia menyadari proses berpikirnya beserta putusan yang pernah dihasilkannya, dan menyadari perkembangan serta keterbatasan daya pikirnya.

Hal ini membuatnya menyadari bahwa ia dapat terus mengembangkan kapasitas dirinya melalui proses refleksi, usaha memperbaiki strategi, dan gigih dalam mengujicoba berbagai alternatif solusi. Selain itu, ia memiliki kemauan untuk mengubah opini atau keyakinan pribadi tersebut jika memang bertentangan dengan bukti yang ada.

Elemen refleksi pemikiran dan proses berpikir hanya 1 sub elemen.

NoSub elemenDi Akhir Fase A (Kelas 1-II, usia 6-8 tahun
1Merefleksi dan mengevaluasi pemikirannya sendiriMenyampaikan apa yang sedang dipikirkan secara terperinci

F. Dimensi Kreatif

Pelajar yang kreatif mampu memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat, dan berdampak. Elemen kunci dari kreatif terdiri dari menghasilkan gagasan yang orisinal serta menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal serta memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan.

Dimensi kreatif terdiri dari 3 elemen yaitu

  1. Menghasilkan gagasan yang orisinal
  2. Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal
  3. Memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan

1. Menghasilkan gagasan yang orisinal

Pelajar yang kreatif menghasilkan gagasan atau ide yang orisinal. Gagasan ini terbentuk dari yang paling sederhana seperti ekspresi pikiran dan/atau perasaan sampai dengan gagasan yang kompleks. Perkembangan gagasan ini erat kaitannya dengan perasaan dan emosi, serta pengalaman dan pengetahuan yang didapatkan oleh pelajar tersebut sepanjang hidupnya.

Pelajar yang kreatif memiliki kemampuan berpikir kreatif, dengan mengklarifikasi dan mempertanyakan banyak hal, melihat sesuatu dengan perspektif yang berbeda, menghubungkan gagasan-gagasan yang ada, mengaplikasikan ide baru sesuai dengan konteksnya untuk mengatasi persoalan, dan memunculkan berbagai alternatif penyelesaian.

Elemen menghasilkan gagasan yang orisinal tidak hanya

NoSub elemenDi Akhir Fase A (Kelas 1-II, usia 6-8 tahun)
1 Menggabungkan beberapa gagasan menjadi ide atau gagasan imajinatif yang bermakna untuk mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya.

2. Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal

Pelajar yang kreatif menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal berupa representasi kompleks, gambar, desain, penampilan, luaran digital, realitas virtual, dan lain sebagainya. Ia menghasilkan karya dan melakukan tindakan didorong oleh minat dan kesukaannya pada suatu hal, emosi yang ia rasakan, sampai dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan sekitarnya. Selain itu, pelajar yang kreatif cenderung berani mengambil risiko dalam menghasilkan karya dan tindakan.

Elemen menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal tidak memiliki sub elemen

NoSubelemenDi Akhir Fase A (Kelas 1-II, usia 6-8 tahun)
1 Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya dan/atau tindakan serta mengapresiasi karya dan tindakan yang dihasilkan

3. Memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan

Pelajar yang kreatif memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan yang ia hadapi. Ia mampu menentukan pilihan ketika dihadapkan pada beberapa alternatif kemungkinan untuk memecahkan permasalahan. Ia juga mampu mengidentifikasi, membandingkan gagasan-gagasan kreatifnya, serta mencari solusi alternatif saat pendekatan yang diambilnya tidak berhasil. 

Pada akhirnya, pelajar kreatif mampu bereksperimen dengan berbagai pilihan secara kreatif Ketika menghadapi perubahan situasi dan kondisi.

Elemen memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan

NoSub elemenDi Akhir Fase A (Kelas 1-II, usia 6-8 tahun)
1 Mengidentifikasi gagasan-gagasan kreatif untuk menghadapi situasi dan permasalahan.

Instrumen Penilaian Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
1. PAUD
2. Fase A (SD 1 dan 2)
3. Fase B (SD 3 dan 4)
4. Fase C (SD 5 dan 6)
5. Fase D (SMP)
6. Fase F (SMA)