Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Kurikulum Merdeka

Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka

Capaian Pembelajaran bahasa Indonesia sebagai kerangka dasar kurikulum merdeka ditetapkan dengan SK Kepala BSKAP No. 8 Tahun 2022.

Keputusan Kepala BSKAP tersebut menetapkan Capaian Pembelajaran pada PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah pada Kurikulum Merdeka.

SK kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan No. 8 Tahun 2022 menggantikan 2 SK yaitu:



Rasionalisasi Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia

Kemampuan berbahasa, bersastra, dan berpikir merupakan fondasi dari kemampuan literasi.

Pembelajaran bahasa Indonesia merupakan pembelajaran literasi untuk berbagai tujuan berkomunikasi dalam konteks sosial budaya Indonesia.

Kemampuan literasi dikembangkan ke dalam pembelajaran menyimak, membaca dan memirsa, menulis, berbicara, dan mempresentasikan untuk berbagai tujuan berbasis genre yang terkait dengan penggunaan bahasa dalam kehidupan.

Model utama yang digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia adalah pedagogi genre. Model ini memiliki empat tahapan, yaitu:

  1. Penjelasan untuk membangun konteks (explaining, building the context),
  2. Pemodelan (modelling),
  3. Pembimbingan (joint construction), dan
  4. Pemandirian (independent construction).

Di samping pedagogi genre, pembelajaran bahasa Indonesia dapat dikembangkan dengan model-model lain sesuai dengan pencapaian pembelajaran tertentu.

Pembinaan dan pengembangan kemampuan berbahasa Indonesia akan membentuk pribadi Pancasila yang beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berpikir kritis, mandiri, kreatif, bergotong royong, dan berkebinekaan global.

Tujuan Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia

Berdasarkan SK kepala BSKAP, Capaian pembelajaran bahasa Indonesia pada kurikulum merdeka memiliki tujuan sebagai berikut:

  1. akhlak mulia dengan menggunakan bahasa Indonesia secara santun;
  2. sikap pengutamaan dan penghargaan terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara Republik Indonesia;
  3. kemampuan berbahasa dengan berbagai teks multimodal (lisan, tulis, visual, audio, audiovisual) untuk berbagai tujuan (genre) dan konteks;
  4. kemampuan literasi (berbahasa, bersastra, dan bernalar kritis-kreatif) dalam belajar dan bekerja;
  5. kepercayaan diri untuk berekspresi sebagai individu yang cakap, mandiri, bergotong royong, dan bertanggung jawab;
  6. kepedulian terhadap budaya lokal dan lingkungan sekitarnya; dan
  7. kepedulian untuk berkontribusi sebagai warga Indonesia dan dunia yang demokratis dan berkeadilan.


Karakteristik Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia

Mata pelajaran Bahasa Indonesia menjadi modal dasar untuk belajar dan bekerja karena berfokus pada kemampuan literasi (berbahasa dan berpikir).

Mapel B. Indonesia membina dan mengembangkan kepercayaan diri peserta didik sebagai komunikator, pemikir kritis-kreatif-imajinatif dan warga negara Indonesia yang menguasai literasi digital dan informasional.

Mata pelajaran Bahasa Indonesia membentuk keterampilan berbahasa:

  • Reseptif
    • Menyimak,
    • Membaca dan memirsa
  • Produktif
    • Berbicara dan mempresentasikan
    • Menulis

Kompetensi berbahasa ini berdasar pada tiga hal yang saling berhubungan dan saling mendukung untuk mengembangkan kompetensi peserta didik, yaitu

  • Bahasa (mengembangkan kompetensi kebahasaan),
  • Sastra (kemampuan memahami, mengapresiasi, menanggapi, menganalisis, dan mencipta karya sastra); dan
  • Berpikir (kritis, kreatif, dan imajinatif).

Pengembangan kompetensi berbahasa, bersastra, dan berpikir diharapkan membentuk peserta didik yang memiliki kemampuan literasi tinggi dan berkarakter Pancasila.

Secara singkat, karakteristik b. Indonesia sebagai berikut:

  1. Mata pelajaran Bahasa Indonesia mencakup 2 kemampuan, yaitu:
    • Reseptif
      • Menyimak,
      • Membaca dan memirsa
    • Produktif
      • Berbicara dan mempresentasikan,
      • Menulis
  2. Mata pelajaran Bahasa Indonesia menggunakan pendekatan berbasis genre melalui pemanfaatan beragam tipe teks dan teks multimodal (lisan, tulis, visual, audio, audiovisual). Model pembelajaran menggunakan
    • pedagogi genre, yaitu:
      1. penjelasan untuk membangun konteks (explaining, building the context),
      2. pemodelan (modelling),
      3. pembimbingan (joint construction), dan
      4. pemandirian (independent construction).
    • kegiatan yang mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, dan imajinatif dalam proses pembelajaran.
  3. Mapel Bahasa Indonesia dibelajarkan untuk meningkatkan:
    • kecakapan hidup peserta didik dalam mengelola diri dan lingkungan;
    • kesadaran dan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan alam, sosial, dan budaya.

Elemen Capaian Pembelajaran B. Indonesia

Capaian pembelajaran bahasa Indonesia terdiri dari 4 elemen dengan deskripsi sebagai berikut:

Menyimak

Menyimak adalah kemampuan peserta didik menerima, memahami, dan memaknai informasi yang didengar dengan sikap yang baik agar dapat menanggapi mitra tutur.

Proses yang terjadi dalam menyimak mencakup kegiatan seperti mendengarkan dengan konsentrasi, mengidentifikasi, memahami pendapat, menginterpretasi tuturan bahasa, dan memaknainya berdasarkan konteks yang melatari tuturan tersebut.

Komponen-komponen yang dapat dikembangkan dalam menyimak di antaranya kepekaan terhadap:

  • bunyi bahasa,
  • sistem isyarat,
  • kosakata,
  • struktur bahasa (tata bahasa),
  • makna, dan
  • metakognisi.

Membaca dan Memirsa

Membaca adalah kemampuan peserta didik untuk memahami, memaknai, menginterpretasi, dan merefleksi teks sesuai tujuan dan kepentingannya untuk mengembangkan sikap, pengetahuan, keterampilan, dan potensinya.

Memirsa merupakan kemampuan peserta didik untuk memahami, memaknai, menginterpretasi, dan merefleksi sajian cetak, visual dan/atau audiovisual sesuai tujuan dan kepentingannya untuk mengembangkan sikap, pengetahuan, keterampilan, dan potensinya.

Komponen-komponen yang dapat dikembangkan dalam membaca dan memirsa di antaranya kepekaan terhadap

  • fonem,
  • huruf,
  • sistem isyarat,
  • kosakata,
  • struktur bahasa (tata bahasa),
  • makna, dan
  • metakognisi.

Berbicara dan Mempresentasikan

Berbicara adalah kemampuan peserta didik untuk menyampaikan gagasan, tanggapan, dan perasaan dalam bentuk lisan dengan santun.

Mempresentasikan merupakan kemampuan memaparkan gagasan atau tanggapan secara fasih, akurat, bertanggung jawab, mengajukan dan/atau menanggapi pertanyaan/pernyataan , dan/atau menyampaikan perasaan secara lisan sesuai konteks dengan cara yang komunikatif dan santun melalui beragam media (visual, digital, audio, dan audiovisual).

Komponen-komponen yang dapat dikembangkan dalam berbicara dan mempresentasikan di antaranya kepekaan terhadap

  • bunyi bahasa,
  • sistem isyarat,
  • kosakata,
  • struktur bahasa (tata bahasa),
  • makna, dan
  • metakognisi.

Menulis

Menulis adalah kemampuan menyampaikan gagasan, tanggapan, dan perasaan dalam bentuk tulis secara fasih, akurat, bertanggung jawab, dan/atau menyampaikan perasaan sesuai konteks.

Komponen-komponen yang dapat dikembangkan dalam menulis di antaranya penggunaan ejaan, kosakata, kalimat, paragraf, struktur bahasa , makna, dan metakognisi dalam beragam jenis teks.

Tujuan dan Elemen Capaian Pembelajaran B. Indonesia Lanjutan

Capaian pembelajaran bahasa Indonesia lanjutan diberikan di fase F yaitu kelas 11 dan 12 SMA.

Tujuan Mata Pelajaran B. Indonesia

Bahasa Indonesia lanjutan menambah 1 tujuan yang sebelumnya 7 poin menjadi 8 tujuan yaitu

  1. Mengembangkan kemampuan berbahasa untuk bekerja pada
    bidang kerja yang membutuhkan kemampuan berbahasa setara
    KKNI level II.

Menyimak

Kemampuan peserta didik menerima, memahami informasi yang didengar, dan menyiapkan tanggapan secara relevan untuk memberikan apresiasi kepada mitra tutur. Proses yang terjadi dalam menyimak mencakup kegiatan seperti mendengarkan, mengidentifikasi, memahami, menginterpretasi tuturan bahasa, memaknainya, dan/atau menyiapkan tanggapan terhadap mitra tutur. Menyimak merupakan kemampuan komunikasi yang penting sebab kemampuan menyimak menentukan tingkat kemampuan peserta didik memahami makna (tersurat dan tersirat) paparan lisan, memahami ide pokok dan pendukung pada konten informasi maupun konteks yang melatari paparan tersebut. Komponen-komponen yang dapat dikembangkan dalam menyimak di antaranya kepekaan terhadap bunyi bahasa, sistem isyarat, kosakata, struktur bahasa (tata bahasa), makna, dan metakognisi.

Membaca dan Memirsa

Kemampuan peserta didik untuk memahami, memaknai, menginterpretasi, dan merefleksi teks sesuai tujuan dan kepentingannya untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan potensinya. Memirsa merupakan kemampuan seseorang untuk memahami, memaknai, menginterpretasi, dan merefleksi sajian visual dan/atau audiovisual sesuai tujuan dan kepentingannya untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan potensinya. Komponen-komponen yang dapat dikembangkan dalam membaca dan memirsa di antaranya kepekaan terhadap fonem, huruf, sistem isyarat, kosakata, struktur bahasa (tata bahasa), makna, dan metakognisi.

Berbicara dan Mempresentasikan

Kemampuan menyampaikan gagasan, tanggapan, dan perasaan dalam bentuk lisan. Mempresentasikan merupakan kemampuan memaparkan gagasan atau tanggapan secara fasih, akurat, bertanggung jawab, dan/atau menyampaikan perasaan sesuai konteks dengan cara yang komunikatif melalui beragam media (visual, digital, audio, dan audiovisual). Komponen- komponen yang dapat dikembangkan dalam berbicara dan mempresentasikan di antaranya kepekaan terhadap bunyi bahasa, sistem isyarat, kosakata, struktur bahasa (tata bahasa), makna, dan metakognisi.

Menulis

Kemampuan menyampaikan gagasan, tanggapan, dan perasaan dalam bentuk tulis secara fasih, akurat, bertanggung jawab, dan/atau menyampaikan perasaan sesuai konteks. Komponen-komponen yang dapat dikembangkan dalam menulis di antaranya menerapkan penggunaan ejaan, kata, kalimat, dan paragraf, struktur bahasa (tata bahasa), makna, dan metakognisi dalam beragam tipe teks.


Artikel

 4,229 total views,  135 views today