Paradigma Pembelajaran Kurikulum Merdeka, Bagaimana penerapannya?

Paradigma Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Paradigma pembelajaran kurikulum merdeka berpusat pada peserta didik. Dimana peserta didik menjadi sentral pengembangan pembelajaran dan asesmen pendidikan.

Panduan pembelajaran dan asesmen kurikulum menjelaskan tentang cara menyesuaikan pembelajaran dengan tahapan capaian dan karakteristik peserta didik.

Hal penting bahwa saat melakukan pembelajaran sesuai tahap capaian dan karakteristik peserta didik, tidak berarti pendidik harus menyusun beberapa modul ajar atau RPP untuk mengakomodasi kebutuhan belajar yang berbeda, pendidik cukup menyusun satu modul ajar atau RPP dengan kegiatan pembelajaran yang dilengkapi petunjuk penyesuaian terhadap keduanya.



Peran Pendidik dalam Paradigma Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Pembelajaran paradigma baru berpusat pada peserta didik, Karena itu, pembelajaran ini disesuaikan dengan tahapan pencapaian dan karakteristik peserta didik.

Lalu apa peran pendidik saat melakukan penyesuaian pembelajaran kurikulum merdeka? Berikut perannya secara umum.

Mencari dan Mendengar

Aktif mencari dan mendengarkan pendapat, pertanyaan, sudut pandang, aspirasi dari peserta didiknya.

Bertanya

Membuka kesempatan untuk eksplorasi diri dan dunia dengan memberikan pertanyaan dan tugas ‘terbuka’.

Pertolongan dan Tantangan

Memberikan pertolongan dan juga tantangan bagi peserta didik yang membutuhkan.

Umpan balik

Memberikan umpan balik dan kesempatan bagi peserta didik untuk memberikan umpan balik kepada diri dan satu sama lain

Kolaborasi dalam memutuskan

Melibatkan peserta didik untuk mengambil keputusan untuk apa, mengapa, bagaimana mereka belajar. Peserta didik berlaku sebagai kolaborator dalam komunitas belajarnya.

Ekspektasi yang jelas

Mengkomunikasikan ekspektasi dengan jelas kepada peserta didik. Pemahaman yang ingin dipelajari, keterampilan yang ingin dimiliki, dan profil pelajar yang dituju.

Kesepakatan bersama

Membuat kesepakatan bersama dengan peserta didik agar saling menghormati dan membangun rasa percaya dengan satu sama lain.

Rutinitas

Membangun rutinitas keseharian dengan membiasakan budaya positif, dan konsisten menjadi teladan bagi peserta didik.



Ruang lingkup dan strategi menyesuaikan pembelajaran kurikulum merdeka

Kurikulum merdeka atau pembelajaran dengan paradigma baru berpusat pada siswa. artinya pendidik menyesuaikan pembelajaran dengan tahap capaian pembelajaran dan karakteristik peserta didik.

Ruang lingkup dan strategi penyesuaian pembelajaran sebagai berikut:

Materi Pembelajaran

Ruang lingkup materi pembelajaran adalah apa yang akan diajarkan oleh pendidik di kelas atau apa yang akan dipelajari oleh peserta didik di kelas.

1. Tujuan:

  • Untuk memfasilitasi pembelajaran bagi peserta didik yang memiliki kesiapan, minat dan tingkat penguasaan kompetensi yang berbeda.

2. Strategi:

  1. Pendidik mengidentifikasi kesiapan belajar, minat, dan tingkat penguasaan kompetensi peserta didik dengan melakukan asesmen diagnosis.
  1. Menyesuaikan lingkup materi yang akan dipelajari oleh peserta didik berdasarkan kesiapan, minat dan tingkat penguasaan kompetensi peserta didik.
  1. Merancang strategi bagaimana lingkup materi dipelajari oleh peserta didik.

3. Contoh

Contoh penyesuaian ruang lingkup pembelajaran berdasarkan hasil asesmen peserta didik sebagai berikut:

  • Belum siap: Peserta didik yang belum menguasai kompetensi prasyarat atau belum siap untuk belajar di suatu lingkup materi. Caranya yaitu memberikan kesempatan untuk mempelajari kompetensi pada tingkat yang lebih rendah atau dengan cakupan lingkup materi yang lebih sederhana.
  • Siap: Peserta didik yang sudah siap belajar. Caranya memberikan kesempatan untuk mempelajari seluruh lingkup materi dengan penugasan yang sesuai.
  • Penguasaan tinggi: Peserta didik yang memiliki tingkat penguasaan yang tinggi. Meminta untuk menyelesaikan tugas dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi atau menantang.

Proses Pembelajaran

Menurut paradigma pembelajaran kurikulum merdeka, pendidik perlu menyesuaikan proses pembelajaran. Dengan cara menyesuaikan Proses Pembelajaran berdasarkan tujuan, strategi, dan contoh sebagai berikut

1. Tujuan:

  • Tujuan: agar pendidik melibatkan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran bermakna terkait materi yang dipelajari untuk memperkaya pengalaman belajarnya.

2. Strategi:

Dalam menyesuaikan proses pembelajaran kurikulum merdeka, pendidik dapat melakukan tindakan sebagai berikut:

  1. Mengidentifikasi kesiapan, minat, dan kebutuhan belajar peserta didik.
  1. Menyediakan berbagai bahan dan media belajar untuk memberikan peserta didik alternatif pilihan bahan dan media belajar.
  1. Melibatkan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran secara berkelompok, berpasangan, atau mandiri.
  1. Dengan menggunakan materi bacaan yang sama, pendidik memberikan penugasan atau pertanyaan yang berbeda kepada peserta didik sesuai dengan kesiapan, minat, dan juga kebutuhannya.

3. Contoh

Contoh penyesuaian pembelajaran kurikulum merdeka dengan kesiapan, minat, dan kebutuhan belajar sebagai berikut:

  • Kesiapan
    • Diskusi kelas dengan pertanyaan yang berbeda level kesulitannya.
    • Tutor sebaya menjelaskan teman yang kesulitan
  • Minat
    • Diskusi kelas dengan pertanyaan yang berbeda sesuai minat peserta didik.
    • Tutor sebaya yang memiliki minat yang sama.
  • Kebutuhan Belajar
    • Diskusi kelas dengan chatting di media online, podcast, talk show.
    • Tutor sebaya di kelompok besar (kelas), kecil, individu, lewat video, gambar, lagu.

Produk Hasil Belajar

Menyesuaikan Produk Hasil Belajar sebagai bagian dari paradigma Pembelajaran Kurikulum Merdeka.

1. Tujuan:

  • Tujuan: Agar peserta didik bisa menunjukkan pemahaman dan penerapannya, memperlihatkan kepemilikan akan produknya, merasa termotivasi serta bertanggung jawab dengan produk yang dibuat.

2. Strategi:

Strategi Penyesuaian produk hasil belajar memperhatikan aktivitas belajar yang mensyaratkan peserta didik menghasilkan produk. Tidak mesti di semua aktivitas.

Penyesuaian disesuaikan dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik mata pelajaran.

Pendidik juga menugaskan peserta didik untuk menyelesaikan kegiatan yang menunjukkan penguasaan materi dan kompetensi dengan cara yang sesuai dengan aktivitas pembelajaran.

Misalkan dilakukan dalam berbagai bentuk kegiatan seperti proyek, laporan atau kegiatan lainnya.

Dalam penyesuaian produk, pendidik perlu memperhatikan aspek-aspek sebagai berikut:

  1. Menyediakan tantangan yang berbeda dalam bentuk penugasan untuk peserta didik.
  2. Menyediakan ragam pilihan tugas untuk diambil oleh peserta didik, sesuai dengan keterampilan mereka.
  3. Memberikan kebebasan bagi peserta didik untuk menunjukkan pemahaman melalui cara yang sesuai dengan ketertarikan dan keahliannya, misal: membuat poster, bermain peran dll.

Ketika pendidik ingin menerapkan penyesuaian produk, perlu memahami prinsip sebagai berikut:

  1. Terlihat secara fisik. Contoh: brosur, presentasi, poster.
  2. Mencerminkan tingkat pemahaman peserta didik.
  3. Dapat digunakan sebagai bentuk asesmen sumatif maupun formatif.

3. Contoh

Implementasi paradigma baru dalam pembelajaran kurikulum merdeka yaitu menyesuaikan produk hasil belajar. Berikut Contoh penyesuaiannya berdasarkan model belajar peserta didik

  • Visual: untuk kelompok peserta didik yang gemar menulis dan visual, bisa dengan tugas menulis laporan dengan ilustrasi atau infografis.
  • Audio: untuk kelompok yang yang gemar bercerita tugas berupa membuat rekaman sandiwara radio atau rekaman siaran tentang siklus air.
  • Kinestetik: untuk kelompok peserta didik yang kinestetik, bisa melakukan presentasi dalam bentuk drama singkat atau gerakan yang menunjukkan siklus air.

Lingkungan Belajar

Pengkodisian lingkungan belajar sesuai paradigma pembelajaran kurikulum merdeka perlu memperhatikan hal berikut:

  • Meliputi susunan kelas secara personal, sosial, dan fisik.
  • Menyesuaikan dengan kesiapan dan minat peserta didik dalam belajar, agar memiliki motivasi yang tinggi.

1. Tujuan:

  • Tujuan: Memberikan dukungan untuk keleluasaan, kenyamanan dan keamanan belajar bagi peserta didik dari segi fisik dan psikis.

2. Strategi:

Strategi dalam mengkondisikan lingkungan belajar, pendidik dapat melakukan beberapa tindakan berikut:

  1. Mengubah tata letak ruang kelas secara fleksibel untuk menyesuaikan dengan aktivitas pembelajaran.
  2. Memanfaatkan lingkungan sekolah untuk memfasilitasi pembelajaran seperti perpustakaan, laboratorium, kantin, kebun sekolah dan fasilitas lainnya.
  3. Menyepakati aturan bersama peserta didik dalam pelaksanaan pembelajaran.

3. Contoh

Contoh pengkondisian lingkungan sebagai berikut:

  1. Menyiapkan meja dan kursi peserta didik yang mudah untuk dipindah tempatkan dan diatur tata letaknya untuk menyesuaikan dengan aktivitas pembelajaran.
  2. Sediakan sudut baca kelas untuk mendekatkan peserta didik pada buku sebagai salah satu sumber belajar.
  3. Buat jam kunjung perpustakaan, agar peserta didik dapat meluangkan waktu secara khusus mengakses informasi dalam buku tanpa terganggu tugas atau aktivitas lainnya.
  4. Gunakan semua tempat di sekolah untuk memfasilitasi pembelajaran, misal: kantin untuk mengajarkan dan mencontohkan gaya hidup sehat, kebun sekolah untuk pembelajaran IPAS, dll.
  5. Melibatkan peserta didik untuk membantu mengatur, menata, menyusun tempat yang aman dan nyaman. Dimana mereka bisa mengakses dan memilih sumber belajar sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan berani mencoba aktivitas belajar baru.

 1,045 total views,  11 views today