Manfaat Fase Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Manfaat Fase Capaian Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka

Loading

Kurikulum Merdeka. Manfaat fase capaian pembelajaran diketahui setelah paham apa itu CP.

Cara Memahami Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka dengan mengerti bahwa Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi pembelajaran yang harus tercapai oleh peserta didik pada setiap fase, mulai dari fase fondasi pada PAUD.

Analoginya seperti sebuah perjalanan berkendara, CP memberikan tujuan umum dan ketersediaan waktu yang tersedia untuk mencapai tujuan tersebut (fase).

Untuk mencapai garis finish, pemerintah membuatnya ke dalam enam etape yaitu fase. Setiap fase lamanya 1-3 tahun. berikut pembagian fase:

FaseKelas/ Jenjang pada Umumnya
FondasiPAUD
AKelas I-II SD/MI
BKelas III-IV SD/MI
CKelas V-VI SD/MI
DKelas VII-IX SMP/MTs
EKelas X SMA/MA/SMK/MAK
FKelas XI-XII SMA/MA/MAK
Kelas XI-XII SMK Program 3 Tahun
Kelas XI-XII SMK Program 4 Tahun

Manfaat Fase Capaian Pembelajaran

Berikut ini adalah beberapa contoh manfaat fase-fase Capaian Pembelajaran dalam perencanaan pembelajaran, sebagai bentuk memahami capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka:

1. Pembelajaran yang Fleksibel.

Manfaat fase capaian pembelajaran yang pertama adalah Kurikulum merdeka memberikan pembelajaran yang fleksibel.

Ada kalanya proses belajar berjalan lebih lambat pada suatu periode (misalnya, ketika pembelajaran di masa pandemi COVID-19) sehingga membutuhkan waktu lebih panjang untuk mempelajari suatu konsep.

Ketika harus “menggeser” waktu untuk mengajarkan materi-materi pelajaran yang sudah tersusun pendidik memiliki waktu lebih panjang untuk mengaturnya.

2. Pembelajaran yang sesuai dengan kesiapan peserta didik.

Manfaat Fase CP yang kedua adalah Kurikulum Merdeka memberikan pembelajaran yang sesuai dengan kesiapan peserta didik.

Fase belajar seorang peserta didik menunjukkan kompetensinya, sementara kelas menunjukkan kelompok (cohort) berdasarkan usianya.

Dengan demikian, ada kemungkinan peserta didik berada di kelas III SD, namun belajar materi pelajaran untuk Fase A (yang umumnya untuk kelas I dan II) karena ia belum tuntas mempelajarinya di kurikulum merdeka.

3. Pengembangan rencana pembelajaran yang kolaboratif.

Manfaat fase capaian pembelajaran di kurikulum merdeka adalah kolaborasi.

Satu fase biasanya lintas kelas, misalnya CP Fase D yang berlaku untuk Kelas VII, VIII, dan IX.

Saat merencanakan pembelajaran di awal tahun ajaran, guru kelas VIII perlu berkolaborasi dengan guru kelas VII untuk mendapatkan informasi tentang sampai mana proses belajar sudah terlaksana peserta didik di kelas VII.

Selanjutnya ia juga perlu berkolaborasi dengan guru kelas IX untuk menyampaikan bahwa rencana pembelajaran kelas VIII akan berakhir di suatu topik atau materi tertentu, sehingga guru kelas IX dapat merencanakan pembelajaran berdasarkan informasi tersebut.


B. Tugas Pengawas/ Penilik

Pengawas/penilik dapat mendiskusikan dan mendukung proses belajar pendidik untuk mengembangkan perencanaan pembelajaran di kurikulum merdeka.

Pada saat berdiskusi dengan pendidik, pengawas/penilik perlu fokus pada bagaimana proses perencanaan kurikulum merdeka bisa terlaksana, misalnya:

  1. Apakah guru berkolaborasi lintas kelas sebagaimana yang dicontohkan di atas?
  2. Apakah perencanaan di suatu kelas memperhatikan topik atau konsep yang sudah dikuasai peserta didik di kelas sebelumnya?
  3. Apakah pendidik memperhatikan perkembangan peserta didik ketika merencanakan pembelajaran?
  4. Apakah perencanaan pembelajaran memperhatikan perkembangan peserta didik dan kesinambungan proses pembelajaran antar kelas?

Artikel lain