Cara Menentukan Ketercapaian Tujuan Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka dengan 3 pendekatan

Loading

Kurikulum Merdeka mengenal cara Menentukan ketercapaian tujuan pembelajaran dengan 3 pendekatan. Adapun Menentukan Ketercapaian tujuan pembelajaran dilakukan oleh pendidik sebelum proses pembelajaran dilaksanakan.

Untuk mengetahui apakah peserta didik telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran, pendidik perlu menetapkan kriteria atau indikator ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP)

Kriteria ini dikembangkan saat pendidik merencanakan asesmen, yang dilakukan saat pendidik menyusun perencanaan pembelajaran, baik dalam bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran ataupun modul ajar.

Kriteria ketercapaian ini juga menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih/membuat instrumen asesmen, karena belum tentu suatu asesmen sesuai dengan tujuan dan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran.

Dan Kriteria ini merupakan penjelasan (deskripsi) tentang kemampuan apa yang perlu ditunjukkan/ didemonstrasikan peserta didik sebagai bukti bahwa ia telah mencapai tujuan pembelajaran.

Saran dalam Menentukan Ketercapaian Tujuan Pembelajaran

Dengan demikian, pendidik tidak disarankan untuk menggunakan angka mutlak (misalnya, 75, 80, dan sebagainya) sebagai kriteria.

Yang paling disarankan adalah menggunakan deskripsi, namun jika dibutuhkan, maka pendidik diperkenankan untuk menggunakan interval nilai (misalnya 70 – 85, 85 – 100, dan sebagainya).

3 Pendekatan untuk menentukan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran

Dengan demikian, kriteria yang digunakan untuk menentukan apakah peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran dapat dikembangkan pendidik dengan menggunakan beberapa pendekatan, di antaranya menggunakan:

  1. Deskripsi sehingga apabila peserta didik tidak mencapai kriteria tersebut maka dianggap belum mencapai tujuan pembelajaran,
  2. Rubrik yang dapat mengidentifikasi sejauh mana peserta didik mencapai tujuan pembelajaran,
  3. Skala atau interval nilai, atau pendekatan lainnya sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan pendidik dalam mengembangkannya.

3 Contoh Pendekatan

Berikut adalah contoh-contoh pendekatan yang dimaksud.

Contoh salah satu tujuan pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia Fase C: “peserta didik mampu menulis laporan hasil pengamatan dan wawancara”

Pendekatan 1 Menggunakan Deskripsi Kriteria Ketercapaian TP

Contohnya, dalam tugas menulis laporan, pendidik menetapkan kriteria ketuntasan: Laporan peserta didik menunjukkan kemampuannya menulis teks eksplanasi, hasil pengamatan, dan pengalaman secara jelas.

Laporan menjelaskan hubungan kausalitas yang logis disertai dengan argumen yang logis sehingga dapat meyakinkan pembaca.

Kriteria Tidak MemadaiMemadai
Laporan menunjukkan kemampuan penulisan teks eksplanasi dengan runtut.
Laporan menunjukkan hasil pengamatan yang jelas.
Laporan menceritakan pengalaman secara jelas.
Laporan menjelaskan hubungan kausalitas yang logis disertai dengan argumen yang logis sehingga
dapat meyakinkan pembaca
  • Kesimpulan: Peserta didik dianggap mencapai (ketercapaian) tujuan pembelajaran jika minimal 3 kriteria memadai. Jika ada dua kriteria masuk kategori tidak tuntas, maka perlu dilakukan intervensi agar pencapaian peserta didik ini bisa diperbaiki

Pendidik dapat menggunakan rubrik ini untuk kriteria dari tujuan pembelajaran seperti contoh di atas, atau dapat pula menggunakan tujuan-tujuan pembelajaran untuk menentukan ketuntasan (ketercapaian) CP pada satu fase.

Pendekatan 2 Menggunakan Rubrik

Contohnya, dalam tugas menulis laporan, pendidik menetapkan kriteria ketuntasan yang terdiri atas dua bagian:

  • Isi laporan dan
  • penulisan.

Dalam rubrik terdapat empat tahap pencapaian, dari

  • baru berkembang,
  • layak,
  • cakap hingga
  • mahir.

Dalam setiap tahapan ada deskripsi yang menjelaskan performa peserta didik.

Pendidik menggunakan rubrik ini untuk mengevaluasi laporan yang dihasilkan oleh peserta didik.

BagianBaru Berkembang LayakCakap Mahir
Isi Laporan Belum mampu
menulis teks
eksplanasi, hasil
pengamatan,
dan pengalaman
belum jelas
tertuang dalam
tulisan. Ide
dan informasi
dalam laporan
tercampur dan
hubungan antara
paragraf tidak
berhubungan.
Mampu
menulis teks
eksplanasi, hasil
pengamatan,
dan pengalaman
secara jelas.
Laporan
menunjukkan
hubungan yang
jelas di sebagian
paragraf.
Mampu
menulis teks
eksplanasi, hasil
pengamatan,
dan pengalaman
secara jelas.
Laporan
menjelaskan
hubungan
kausalitas yang
logis disertai
dengan argumen
yang logis
sehingga dapat
meyakinkan
pembaca.
Mampu
menulis teks
eksplanasi, hasil
pengamatan,
dan pengalaman
secara jelas.
Laporan
menjelaskan
hubungan
kausalitas yang
logis disertai
dengan argumen
yang logis
sehingga dapat
meyakinkan
pembaca serta
ada fakta-fakta
pendukung yang
relevan.
PenulisanBelum
menggunakan
tanda baca dan
huruf kapital
atau sebagian
besar tidak
digunakan secara
tepat.
Sebagian
tanda baca dan
huruf kapital
digunakan secara
tepat.
Sebagian besar
tanda baca dan
huruf kapital
digunakan secara
tepat.
Semua tanda
baca dan
huruf kapital
digunakan secara
tepat.
  • Kesimpulan:
    • Peserta didik dianggap sudah mencapai tujuan pembelajaran jika kedua kriteria di atas mencapai minimal tahap cakap.

Pendekatan 3 Menggunakan Skala/ Interval

Untuk menggunakan interval, pendidik dan/ atau satuan pendidikan dapat menggunakan rubrik maupun nilai dari tes.

Pendidik menentukan terlebih dahulu intervalnya dan tindak lanjut yang akan dilakukan untuk para peserta didik.

berikut adalah Contoh cara menentukan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran

1. Contoh a

Contoh a. Untuk nilai yang berasal dari nilai tes tertulis atau ujian, pendidik menentukan interval nilai. Setelah mendapatkan hasil tes, pendidik dapat langsung menilai hasil kerja peserta didik dan menentukan tindak lanjut sesuai dengan intervalnya.

  • 0 – 40
    • belum mencapai, remedial di seluruh bagian
  • 41 – 65 %
    • belum mencapai ketuntasan, remedial di bagian yang diperlukan
  • 66 – 85 %
    • sudah mencapai ketuntasan, tidak perlu remedial
  • 86 – 100% sudah mencapai ketuntasan, perlu pengayaan atau tantangan lebih

Bila peserta didik dapat mengerjakan 16 dari 20 soal (dengan bobot yang sama), maka ia mendapatkan nilai 80%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa peserta didik tersebut sudah mencapai ketuntasan dan tidak perlu remedial.

2. Contoh b

Contoh b. Pendidik dapat menggunakan interval nilai yang diolah dari rubrik. Seperti dalam tugas menulis laporan, pendidik dapat menetapkan empat kriteria ketuntasan:

  • menunjukkan kemampuan penulisan teks eksplanasi dengan runtut
  • menunjukkan hasil pengamatan yang jelas
  • menceritakan pengalaman secara jelas
  • menjelaskan hubungan kausalitas yang logis disertai dengan argumen yang logis sehingga dapat meyakinkan pembaca

Untuk setiap kriteria terdapat 4 (empat) skala pencapaian (1-4).

Pendidik membandingkan hasil tulisan peserta didik dengan rubrik untuk menentukan ketercapaian tujuan pembelajaran peserta didik.

KriteriaBelum Muncul Muncul Di Sebagian KecilMuncul di Sebagian BesarTerlihaT pada Keseluruhan Teks
Menunjukkan kemampuan
penulisan teks eksplanasi dengan
runtut
Laporan menunjukkan hasil
pengamatan yang jelas
Laporan menceritakan pengalaman
secara jelas.
Laporan menjelaskan hubungan
kausalitas yang logis disertai
dengan argumen yang logis
sehingga dapat meyakinkan
pembaca.

Diasumsikan untuk setiap kriteria memiliki bobot yang sama sehingga pembagi merupakan total dari jumlah kriteria (dalam hal ini 4 kriteria) dan nilai maksimum (dalam hal ini nilai maksimumnya 4).

Satuan pendidikan dan/atau guru dapat memberikan bobot sehingga penghitungan disesuaikan dengan bobot kriteria.

Setelah mendapatkan nilai (baik dari rubrik ataupun nilai dari tes), pendidik dan/atau satuan pendidikan dapat menentukan interval nilai untuk menentukan ketuntasan dan tindak lanjut sesuai dengan intervalnya.

  • 0 – 40%
    • belum mencapai, remedial di seluruh bagian
  • 41 – 60%
    • belum mencapai ketuntasan, remedial di bagian yang diperlukan
  • 61 – 80%
    • sudah mencapai ketuntasan, tidak perlu remedial
  • 81 – 100%
    • sudah mencapai ketuntasan, perlu pengayaan atau tantangan lebih.

Pada contoh di atas, pendidik hanya menggunakan rubrik dan diambil kesimpulan bahwa peserta didik di atas sudah menuntaskan (ketercapaian) tujuan pembelajaran, karena sebagian besar kriteria sudah tercapai.


Pembelajaran dan Asesmen